‘Jibril Ruhul Kudus’ Surati SBY

Sabtu, 10/11/2007 17:58 WIB
‘Jibril Ruhul Kudus’ Surati SBY
Arfi Bambani Amri – detikNews


liaeden.info

Jakarta – 5 November 2007 lalu, pemerintah bilang akan bertindak keras terhadap komunitas Eden. Lia Eden yang mengklaim dirinya sebagai Jibril Ruhul Kudus lalu menyurati Presiden SBY, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

5 Surat tertanggal 5 November 2007 tersebut memiliki isi yang berbeda-beda. Untuk SBY, Lia meminta suami Ani Yudhoyono itu membaca 3 risalah Eden.

“Kalau Anda (SBY) telah menganggap komunitas Eden sesat, maka Anda perlu menilai isi risalah tersebut sebelum Anda memerintahkan penahanan terhadap Lia Eden dan segenap komunitas Eden,” kata Lia dalam salinan surat yang diterima detikcom, Sabtu (10/11/2007).

Surat untuk Kapolri dan Jaksa Agung isinya sama. Lia mengatakan, jangan sampai terperdaya oleh fatwa MUI.

“Kalau Anda mengadakan penangkapan terhadap Lia Eden dan komunitas Eden, aku niscaya takkan mengampuni Anda, sekalipun Anda bersujud memohon diampuni,” tulis Lia untuk Kapolri dan Jaksa Agung.

Sementara untuk Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Lia meminta komunitas Eden tak diusir dari Jakarta. Kerasulan Eden dan Kerajaan Tuhan terletak di Jakarta, tak mungkin berpindah tempat.

Jibril meminta Fauzi membantu komunitas Eden. Jangan sampai ada penzaliman massa dan pemenjaraan terhadap pengikut Eden.

“Namun bila Anda mewujudkan ancaman Anda itu, Jakarta akan dipenuhi bencana-bencana besar dan tak tertanggulangi,” tulis Lia.

Surat kelima, untuk MUI, adalah yang paling keras. Kalimat pertamanya saja langsung berisi kutukan atas MUI.

“Wahai Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anda semua adalah orang-orang yang paling terkutuk di dunia, karena Anda tak pernah menghargai aku, Jibril Ruhul Kudus, sebagai perintah Tuhan,” sebut Lia.

MUI dinilai telah menganiaya dan memfitnah Lia dan komunitas Eden. MUI juga dituding telah membuat bangsa Indonesia membenci komunitas Eden.

“Atas nama Allah Subhana Wa Taala, aku bersaksi, Tuhan sudah melayangkan kutukan-Nya untuk MUI,” tandas Lia. (aba/sss)

Waduh.. yang ini sih kalau disimak suratnya bisa bermakna “ancaman” melawan “ancaman”, tinggal dilihat saja mana yang punya dasar hukum yang kuat.

Kalau masalah keyakinan, memang siapapun bisa mempunyai keyakinan. Dan kalau ternyata keyakinannya saling bertentangan, kembali lagi sebagai negara hukum, kita tinggal lihat saja mana yang punya dasar hukum yang kuat.

Kalau memang bersikukuh tinggal di komunitas yang jelas-jelas anda tentang keyakinannya, ya siap-siap saja untuk saling bersinggungan, lha memang anda yang pertama nyinggung keyakinan yang sudah ada kan? Tapi kalau mau berstrategi, menurut saya hijrah bukan suatu pilihan yang buruk, bukankah nabi-nabi terdahulu juga pernah melakukan hijrah, mungkin ada komunitas yang bisa menerima anda di suatu tempat sana. Tapi kalau saya sih “menurut keyakinan saya” lebih menyarankan yang seperti ini hijrah dari muka bumi saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: