BBM Turun Oli Koq Naik ???

Waduh! Harga Oli Bakal Naik?

Pekerja mengawasi proses produksi pelumas kendaraan di pabrik Pertamina di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (16/6). Produksi pabrik tersebut untuk memenuhi permintaan domestik dan ekspor ke Pakistan. Lonjakan harga minyak dunia berimbas pada kenaikan harga produk pelumas Pertamina sebesar 20 persen sejak awal Juni 2008.

Senin, 22 Desember 2008 | 05:44 WIB

JAKARTA, SENIN – Para pedagang oli atau pelumas mengaku sudah mendapat bocoran informasi bahwa produsen oli akan menaikkan harga sampai 15 persen. Sementara itu, harga onderdil mobil sudah semakin tidak kuat bertahan pada harga lama.

“Distributor memang belum memberikan price list atau daftar harga baru. Namun, di kalangan pedagang kabar kenaikan harga oli sudah santer banget. Ini aneh, harga minyak dunia sudah turun pada kisaran 40 dollar AS per barel, kenapa harga oli malah mau naik,” ujar Rusman, dari Abadi Motor di kawasan Kelapagading, Jakarta Utara, Jumat (19/12).

Meski produsen oli baru akan menaikkan harga, produsen onderdil mobil dan motor sudah menaikkan harga duluan. Sejak November lalu harga onderdil sudah naik dan dilanjutkan lagi pada awal Desember yang rata-rata naik sampai 15 persen. “Konsumen banyak yang tanya, harga bahan bakar minyak (BBM) turun, kenapa harga onderdil malah naik, Padahal pedagang hanya mengacu pada harga yang diberikan distributor,” ujar Hendra, pedagang onderdil merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Mitsubishi di bursa mobil Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hal yang sama dikatakan Anuk dari toko Mandiri Motor di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat. “Harga onderdil bukan turun, tapi malah berlomba-lomba naik. Misalnya suku cadang mobil Toyota mulai awal Desember 2008 naik 7,5 persen dari harga yang ada di buku,” ujar Anuk.

Sebagai contoh, kampas kopling Kijang Innova kini dijual Rp 580.000/ set dan kampas rem Rp 310.000/set. “Saya juga bingung, harga BBM turun, harga suku cadang malah naik. Konsumen juga pada bertanya kenapa bisa naik,” katanya Anuk.

Suku cadang Mitsubishi, kata Anuk, relatif stabil. Misalnya kampas kopling L300 dijual Rp 310.000/set. Sedangkan suku cadang mobil Isuzu, sudah naik sejak September lalu dengan besar kenaikan 10 persen sampai 15 persen. “Suku cadang Daihatsu selama bulan Desember sudah dua kali naik. Kalau ditotal naiknya 10 persen,” ujar Indra dari toko New Jayapura Motor, yang menjual suku cadang mobil Isuzu dan Daihatsu.

Kenaikan harga yang cukup mencolok kata Indra, terjadi pada komponen bearing, misalnya Daihatsu Zebra dari Rp 65.000/set menjadi Rp 95.000/set, atau bearing Isuzu Panther dari Rp 55.000/set menjadi Rp 75.000/set.

Terkait kondisi perdagangan menjelang Natal dan tahun baru, menurut pedagang masih sepi-sepi saja. “Seharusnya mulai ramai untuk persiapan menghadapi libur akhir tahun. Tapi sekarang ini kondisinya berat. Masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok daripada membeli barang lainnya,” kata Indra yang mengaku omzetnya turun hingga 50 persen.

Sementara itu sejumlah pedagang ban mobil di Jalan Sukarjowiryopranoto, Jakarta Barat, mengatakan, suasana perdagangan ban mobil sepi. Kolin, pemilik toko yang menyediakan ban dan velg racing, JCC, menyatakan tidak ada kenaikan harga ban mobil. (ang/ver/wip)

Tanyaken ..apaaaaaa ???????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: